Feeds:
Posts
Comments

Mister, what do you want?” begitulah kira-kira seorang puying (gadis) di bawah 18 tahun dengan bahasa Inggris pas pasan menyapa dua turis asing yang melintas di depannya di satu senja. Wajahnya lugu ndeso, berpakaian rapi agak dipaksakan modern; celana jeans dan T-shirt ketat yang hampir menutup pusarnya, berdiri kira-kira dua meter dari tempat kami nongkrong.

Continue Reading »

Advertisements

Ao Makham, salah satu komunitas Muslim di provinsi Puket Thailand, terlihat sibuk siang itu, sehari menjelang Idul Adha yang jatuh pada di pengujung tahun 2006. Tak terdengar takbir pertanda hari suci umat Islam tiba saat bus VIP yang saya tumpangi memasuki kawasan wisata Puket. Mungkin karena jumlah Muslimnya tidak sebanyak Patani, Yala dan Naratiwat, sehingga perayaan Idul Adha tidak begitu terlihat di perkotaan. Baru ketika mobil pick up temanku melaju membelah perkebunan karet, tampaklah beberapa perempuan memakai jilbab dan laki-laki berkopyah pulang dari masjid siang itu. Continue Reading »